Senin, 31 Desember 2018

4 Tips Penting seputar Bayi Baru Lahir bagi Sang Ayah

4 Tips Penting seputar Bayi Baru Lahir bagi Sang Ayah

Sahabat Abi Ummi, menjadi ayah baru adalah anugerah yang tidak bisa digambarkan dengan apa pun. Tak ternilai dan tak terhitung dengan angka kebahagiaan saat hadir seorang anak di hadapan kita. Bukan hanya ibu yang harus mempersiapkan diri dalam menyambut anugerah terbesar ini, melainkan ayah juga penting untuk mempersiapkan diri. Membaca tips balita yang beredar di media sosial, majalah, dan buku akan membantu kita mempersiapkan diri dalam mengarungi peran baru sebagai ayah.
Sebagaimana mengarungi sebuah lautan, saat menikah dengan istri, kita dihadapkan pada pengalaman baru yang tidak didapatkan sebelumnya saat kita masih sendirian. Nah, hadirnya seorang anak juga demikian, akan hadir pengalaman baru yang harus dipersiapkan dengan matang segala sesuatunya agar saat mengarunginya, kita sudah siap mental dan fisik untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Nah, beberapa tips balita yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

1. Menganti Popok Kain

bayi baru lahir
Belajarlah memakaikan popok bayi. (Sumber: img1.beritasatu.com)
Bayi yang baru lahir belum bisa dipakaikan popok kertas yang ada di toko-toko sebagaimana anak yang sudah melewati usia satu sampai tiga tahun. Popok kain harus diganti setiap saat ketika bayi pipis atau buang air besar. Biasanya hal ini ditandainya dengan tangisan. Sebagai ayah baru, kita harus siap mengganti dengan cara yang benar. Kita harus berhati-hati mengikatkan popok jika tali pusat bayi belum puput. Jangan terlalu kencang karena akan membuatnya kesakitan, tetapi jangan terlalu longgar juga karena akan cepat terlepas.

2. Menyiapkan Air Hangat

Air hangat bisa digunakan untuk membersihkan bekas pipis atau kotorannya. Setiap saat ketika akan mengganti popok, kita harus menyiapkan air hangat. Selepas itu, barulah kita bisa memasangkan popoknya dengan baik.

3. Siap Siaga 24 jam

Ini juga harus dipersiapkan di luar hal-hal teknis yang dijelaskan di atas. Siap siapa 24 jam maksudnya adalah anak yang baru lahir biasanya belum mengenal waktu. Kita yang memperkirakannya, misalnya bisa terbangun pada malam hari dengan jeda waktu yang pendek. Saat ia terbangun karena ingin menyusu atau popoknya basah, kita harus mengangkat dan meletakkannya di sisi ibunya, terutama untuk bayi yang tidur di tempat tidur khusus bayi. Selepas menyusu, kita harus meletakkan dengan hati-hati di tempat tidurnya sampai terbangun kembali.

4. Jadwal Imunisasi dan Pemeriksaan Kesehatan

Sangatlah penting untuk orang tua memeriksakan kondisi bayinya secara berkala, termasuk memberikan imunisasi sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi ini sempat menjadi kontroversi. Langkah terbaik, yaitu kita tetap membicarakannya dengan dokter spesialis anak yang sudah ahli dalam memberikan imunisasi terbaik untuk anak anda. Jadwal yang teratur akan memberikan dampak yang baik untuk anak di kemudian hari, yaitu kesehatan dan perkembangan yang baik untuk dirinya. Kita harus bersama-sama dengan sang ibu untuk saling mengingatkan perihal jadwal imunisasi ini. Ini karena kelelahan dan rasa capai mengurus bayi membuat kita seringkali melupakan jadwal cek kesehatan ini.
Dear ayah dan bunda, demikianlah beberapa tips seputar bayi baru lahir untuk ayah yang bisa dijadikan referensi dalam mendukung tumbuh kembang sang jabang bayi. Kesehatan dan perkembangan yang baik akan menghadirkan kepuasan ayah dan ibu untuk anak-anaknya. Ayah yang mendukung ibu selama masa bayi baru lahir akan menghindari kejadian baby bluesdi pihak ibu sang jabang bayi. Rasa capai dan stres akan berkurang karena ayah selalu hadir memberikan pertolongan kepada ibu di saat-saat yang dibutuhkan. Anak adalah anugerah, selayaknya kita bersyukur dengan mendukung tumbuh kembangnya. Insya Allah
SUMBER :
www.abiummi.com

Mainan untuk Bayi Cerdas

Mainan untuk Bayi Cerdas

Dear ayah dan bunda, fitrahnya anak-anak sangat menyukai kegembiraan. Ketika mereka masih bayi, mereka sudah bisa menikmati permainan. Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Mereka mempelajari lingkungan melalui aktivitas tersebut. Dapat dikatakan mainan untuk bayi merupakan kebutuhan karena mereka lebih memerlukan kesenangan dibandingkan dengan orang dewasa. Memberi mainan untuk bayi dan anak telah mendapat perhatian sejak dulu. Rasulullah saw. tidak melarang anak-anak bermain, bahkan beliau seringkali turut serta bersama mereka.
Dari Abdullah bin harits r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. pernah membariskan Abdullah, Ubaidillah, dan Kutsair bin Abbas, seraya berkata, ‘Barang siapa yang dapat mengejarku, ia akan mendapat ini … dan ini. Sifat energik yang tampak pada anak semasa kecilnya merupakan tanda dari kelebihan kecerdasannya di masa dewasa.’ Lalu, mereka semua mengejar beliau, lompat ke punggung dan dadanya. Beliau pun mencium mereka dan tetap bersama mereka.” (H.R. Imam Ahmad)
Sahabat Abi Ummi, memberi mainan untuk bayi dan meluangkan waktu untuk bermain bersama dapat menambah kecerdasannya. Selain itu, melalui bermain, kita juga bisa membangun kedekatan dengan bayi. Ada beberapa mainan untuk bayi yang bisa kita coba. Yuk, disimak!

1. Kartu Bergambar

Permainan ini sangat berguna untuk memperbanyak kosakata bayi. Saat bayi sedang tenang, tunjukkan kartu bergambar. Setelah itu, ucapkan nama dari gambar tersebut. Lakukan setiap hari, kira-kira 5—10 menit per/hari. Jika bayi terlihat bosan, hentikan permainan dan biarkan bayi melakukan aktivitas yang lain.

2. Buku Kain

Buku kain merupakan mainan untuk bayi yang mampu meningkatkan kemampuan berbahasa dan melatih konsentrasi. Hal itu karena bayi berusaha untuk mendengar kata-kata yang terucap dari mulut kita. Bayi akan senang melihat ekspresi wajah kita saat bercerita. Jika bayi sudah bisa mengeluarkan suara dan merespons cerita kita, beri mereka pujian. Ajaklah bayi berbicara seakan-akan kita mengerti maksud ocehannya. Setiap perhatian yang kita berikan ketika bayi bersuara akan menstimulasi mereka untuk belajar berbicara. Biarkan mereka memegang sendiri buku dan membolak-balikkan halamannya. Hal itu akan menstimulasi indra perabanya.

3. Permainan Mandi Busa

mainan bayi
Mandi busa bisa membantu menstimulasi anak saat mereka berusaha menangkap gelembung busa. (Sumber: kidsparty.tv)
Hampir semua bayi menyukai acara mandi. Mereka seringkali takjub saat mendengar suara percikan air. Kita bisa membuat suasana mandi menjadi lebih seru. Ajaklah bayi untuk bermain gelembung. Caranya sederhana, tuangkan sabun ke dalam gayung yang diisi air, lalu aduk hingga tercampur rata. Tiuplah gelembung sabun dengan menggunakan tangan kita. Jika bayi belum bisa duduk sendiri, jangan lupa untuk tetap menjaganya. Mereka akan berusaha menangkap gelembung-gelembung busa yang beterbangan sambil tertawa riang. Setelah puas bermain gelembung, tuangkan air sabun ke dalam bak mandi. Kita bisa memandikan bayi sembari bernyanyi.

4. Permainan Muncul dan Hilang

Bayi mungil kita semakin pintar dari hari ke hari. Jika si kecil sudah bisa merangkak, pada tahap ini rasa ingin tahunya semakin besar. Dia mulai menjelajahi seluruh ruangan rumah dan mencari benda-benda yang tersembunyi. Permainan ini mungkin cocok untuk bayi kita. Sembunyikan mainan kesukaannya di balik pintu lemari, biarkan sebagiannya terlihat. Dia akan merangkak, lalu berusaha meraihnya. Cara lain, bungkus boneka kesayangannya dengan selimut. Letakkan di atas kursi yang rendah. Dia akan menarik selimut dan menjerit senang karena menemukan boneka kesayangannya.

5. Permainan “Kejarlah Aku”

mainan untuk bayi 2
amazon.com
Bayi kita sedang belajar merangkak? Mainan ini cocok dengan perkembangannya. Letakkan mainan beberapa sentimeter di hadapannya. Biarkan dia berusaha menggapainya dengan menggeser tubuhnya ke depan. Ketika bayi hampir meraihnya, jauhkan mainan beberapa sentimeter lagi di depannya. Bayi kita pun akan sangat gigih untuk mengambilnya. Jika bayi mulai lelah dan bosan, berikan mainan itu, lalu beri kecupan sayang.
Sahabat Abi Ummi, demikianlah beberapa contoh mainan bayi yang cocok untuk menstimulasi otak dan saraf motorik mereka. Selamat mencoba!
SUMBER : www.abiummi.com

Belajar Mendidik Anak Balita dengan Ilmu Parenting Islami


Yuk Belajar Mendidik Anak Balita dengan Ilmu Parenting Islami

Dear sahabat Abi Ummi yang dicintai Allah. Sebagai orang tua tentu kita paham bahwa menerapkan pendidikan yang baik pada anak di rumah bukanlah suatu hal yang dapat kita lakukan secara asal-asalan. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu mempelajari bagaimana cara yang tepat untuk mendidik mereka agar kelak tumbuh menjadi anak yang saleh dan salihah serta memiliki karakter islami. Nah, bagaimanakah caranya itu? Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mendidik anak balita dengan menggunakan metode parenting islami yang tentunya dapat sahabat Abi Ummi aplikasikan di rumah. Yuk kita simak!
1. Menjalin Kedekatan Pribadi antara Keluarga dengan Memanfaatkan Quality Time yang Ada untuk Sharing Ilmu bersama
Hal ini sangat penting, terlebih bagi orang tua yang sibuk dengan karirnya masing-masing. Sahabat Abi Ummi bisa memanfaatkan hari libur atau waktu luang setelah pulang kerja untuk tetap mempunyai quality time dengan anak-anak. Ketika keluarga sedang berkumpul, manfaatkan situasi ini untuk menjalin kedekatan anak dengan orang tua dan juga dengan saudara-saudaranya. Lakukan berbagai aktivitas bersama seperti ibadah, olahraga, bermain di rumah, saling bercerita satu sama lain, serta hal-hal lainnya yang dapat mengeratkan hubungan keluarga. Nah, jika sudah seperti ini tentu akan membuka kesempatan bagi kita selaku orang tua untuk membimbing, memberikan pengarahan, dan juga berbagi ilmu kepada anak-anak. Sebab, kedekatan yang terjalin akan memudahkan anak-anak untuk menerima dan mengingat arahan dan juga berbagai ilmu yang disampaikan.
2. Tidak Membuat Anak Jenuh Belajar dengan selalu Berinovasi dalam Memberikan Berbagai Materi Pengajaran yang Tak Hanya Berbobot Namun Juga Asik di Rumah
Nah, ini yang terkadang kita lupakan! Terlalu fokus pada materi pengajaran yang hendak disampaikan sampai lupa tentang cara mendidik anak balita dengan metode penyampaian yang asik dan juga menarik. Padahal, bisa saja kan mereka jenuh dengan metode belajar yang itu-itu saja. Oleh karena itu, yuk mulai sekarang kita sama-sama meningkatkan inovasi cara mendidik anak balita kita agar mereka selalu excited ketika belajar, menyukai metodenya, mencintai ilmunya, menikmati prosesnya, sehingga dengan senang hati pula mengaplikasikannya.
Nah, bagaimana caranya itu? Bingung? Eitss, tenang, tenang… Kita dapat berkreasi dengan berbagai cara menarik yang memang anak-anak sukai kok, misalnya mengenalkan mereka tentang Alquran, sunnah, bahasa Arab, siroh nabawiyah, dan materi lainnya melalui berbagai media yang ada seperti murotal. Sabahabat Abi Ummi bisa juga menceritakan kisah-kisah teladan dari para sahabat Rasul yang berpegang teguh pada tauhid-Nya, menonton video atau acara tv anak beredukasi, melalui penjelasan-penjelasan singkat yang dapat kita paparkan kepada mereka dengan penuh hikmah. Oiya, sahabat Abi Ummi bisa juga mengajarkan si kecil dengan beragam permainan asik loh. Perlahan ajarkan pula makna yang terkandung di dalamnya, ini akan menumbuhkan kecintaan serta menanamkan pemahaman mereka terhadap islam bahkan sedari mereka masih dini.
Hanya ini? Tidak, masih sangat banyak metode lainnya, nah ini “PR” kita selaku orang tua untuk terus upgrade ilmu, perbanyak membaca yang dapat menjadi referensi dalam memperkaya dan meng-update metode kita dalam menyampaikan pengajaran kepada anak.

3. Menggali Setiap Hikmah dari Berbagai Kejadian yang telah Anak Alami, Baik Itu Kejadian yang Menyenangkan Maupun yang Tidak

Jangan melewatkan setiap kejadian yang anak-anak kita alami tanpa menggali hikmah yang terkandung di dalamnya, baik itu kejadian menyenangkan maupun yang tidak. Jadikan perihal ini sebagai salah satu cara mendidik anak balita kita untuk memahami dan mengerti banyak hal. Sebagai contoh, ketika anak kita bertengkar dengan temannya karena berebut mainan maka jangan langsung kita memarahinya, tetapi ajarkanlah kepada mereka bahwa berebut dan bertengkar dengan teman bukanlah hal baik, seharusnya mereka bergantian memainkannya dan tidak berebut. Bisa juga ketika anak kita mendapat ranking 1 di kelasnya, kita dapat mengajarkan kepada mereka tentang cara bersyukur kepada Allah, mengajarkan tawadhu dan menjauhi sifat sombong.

4. Membentuk Kebiasaan dan Karakter Islami pada Anak di dalam Rumah dengan Menerapkan Berbagai Amalan Sunnah dan Adab-Adab yang telah Diajarkan Rasulullah

mendidik anak balita 2
Menerapkan adab-adab keislaman kepada anak. (https://s-media-cache-ak0.pinimg.com)
Kewajiban kita selaku orang tua tidak hanya sekadar mengurus anak-anak, memberikan makanan, dan menyekolahkan mereka. Akan tetapi, kewajiban sahabat Abi Ummi sebagai orang tua lebih dari itu. Kita memiliki kewajiban untuk menanamkan akhlak yang baik, akhlak yang telah Rasulullah contohkan pada umatnya.
Dari sahabat Umar bin Abi Salamah radhiallahu ‘anhu, ia mengisahkan, “Dahulu ketika aku masih kecil dan menjadi anak tiri Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dan (bila sedang makan) tanganku (aku) julurkan ke segala sisi piring, maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Hai nak, bacalah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari sisi yang terdekat darimu.’ Maka semenjak itu, itulah etikaku ketika aku makan,” (Muttafaqun ‘alaih).
Nah, cara mendidik anak balita dengan amalan-amalan sunnah yang seperti apa sih yang dapat kita ajarkan kepada buah hati kita? Wah, ada banyak sekali ya kan, sebagaimana cara mendidik anak balita yang telah Rasulullah ajarkan kepada Umar bin Abi Salamah dalam hadist diatas. Mulailah dengan hal yang sederhana, seperti misalnya ajarkan adab makan dan minum, adab ketika hendak dan bangun tidur, akhlak patuh dan hormat pada orang tua, akhlak bergaul dengan teman, dll. Membiasakan mereka dengan melakukan berbagai amalan sunnah dikeseharian mereka akan berdampak baik loh, perlahan-lahan saja namun terus menerus sehingga insya Allah nantinya akan membentuk kebiasaan dan etika mereka sampai mereka dewasa.

5. Anak adalah Peniru yang Baik maka Tunjukanlah Segala Hal Baik yang Dapat Mereka Tiru, Ini Merupakan Cara Mendidik Anak Balita yang Patut Diperhatikan

cara mendidik anak balita

Dalam mengaplikasikan parenting islami di rumah, orang tua diharuskan memiliki pribadi yang dapat dicontoh atau dijadikan teladan yang baik dan benar oleh anak-anaknya, misalnya jangan biasakan berbohong di depan anak jika kita tidak menginginkan anak kita tumbuh menjadi pembohong atau jangan mudah marah dan memukul di rumah jika kita tidak ingin anak kita nantinya tumbuh menjadi anak yang sering marah dan kasar dengan siapapun. Berilah contoh baik, seperti selalu menepati janji kepada anak, menerapkan perilaku sabar namun tegas, dan disiplin.
Loh, tapi kan mereka masih kecil, apakah mereka akan mengerti? Tentu saja, justru karena mereka masih kecil kita harus fokus pada cara mendidik anak balita kita dan menerapkan hal-hal baik pada mereka, sebab anak akan meniru apa yang ada disekitarnya dengan cepat melalui pendengaran, penglihatan, serta perilaku nyata.
Dengan demikian, hal yang tak kalah penting harus diperhatikan tak hanya tentang bagaimana cara mendidik anak balita kita, tetapi juga bagaimana cara kita agar memiliki semangat untuk terus belajar memperbaiki kepribadian kita di rumah sebelum dicontoh nantinya oleh anak-anak. Orang tua harus terus becermin untuk mengintrospeksi masing-masing diri apakah perilaku kita dan cara mendidik anak balita yang kita terapkan sudah benar sesuai dengan ajaran Rasulullah atau belum.
Inilah beberapa cara mendidik anak balita dengan metode parenting islami yang dapat sahabat Abi Ummi aplikasikan di rumah. Ketahuilah, otak anak di usia-usia golden age seperti mereka dapat diibaratkan seperti kaset kosong yang dapat menyerap berbagai informasi dengan sangat cepat. Kesalahan konsep yang terserap sejak dini, bisa menyebabkan kesalahan di kemudian hari. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika mengajarkan anak akan suatu hal. Yuk, semangat membentuk generasi yang berakhlak mulia! Insya Allah, Allah akan selalu mudahkan. Aamiin

Parenting Islami: Cara Orang Tua Milenial Mengasuh Anak

Parenting Islami: Cara Orang Tua Milenial Mengasuh AnakParenting islami, bagaimana sih mengasuh anak di era milenial yang serba cepat ini? Yuk baca tips ini
    Bagaimana sih cara orang tua milenial mengasuh anak, apalagi di zaman yang serba cepat seperti ini? Tapi, sebelum ke sana, kita tentu saja harus memahami, ada berbagai alasan mengapa orang memutuskan untuk menikah. Ada yang menikah karena jatuh cinta, dijodohkan orang tua, dikejar usia, kesepian dan berbagai alasan lainnya. Allah SWT berfirman dalam surat Az-Zariyat: 49
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ… dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”.Ajaran Islam jelas menetapkan pernikahan adalah sebuah bentuk ibadah dan dalam pernikahan terdapat misi mulia manusia untuk melahirkan keturunan, regenerasi dan melanjutkan peradaban sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Syura:11فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(Allah) pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan, dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan cara itu….Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia dan Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.Binatang ternak berpasangan untuk berkembang biak, manusiapun demikian. Tidak lain karena manusia diberi tugas oleh-Nya untuk membangun peradaban, yaitu manusia diberi tugas untuk menjadi khalifah di dunia ini (Quraish Shihab, 2007).

Dalam percakapan-percakapan dengan berbagai pasangan, jarang saya mendengar alasan utama menikah adalah untuk memiliki anak. Namun secara sadar, pasangan-pasangan ini memandang bahwa pernikahan akan menjadi satu paket dengan kelahiran anak. Bukankah tujuan pernikahan adalah untuk melanjutkan keturunan? Masalahnya pemahaman untuk melanjutkan keturunan hanya berhenti pada ide untuk memiliki anak.

Sangat sedikit pasangan yang akan menikah berpikir tentang bagaimana membesarkan dan mendidik anak. Sebagian besar orang berpikir melahirkan anak, membesarkan dan mendidiknya adalah proses alamiah. Memang benar bahwa proses mengandung dan melahirkan adalah proses alamiah, namun tidak demikian dengan proses membesarkan, merawat dan mendidiknya.Sebagian besar pasangan berpikir bahwa mengasuh anak adalah kewajiban utama ibu saja sehingga menyepelekan peran ayah untuk mengasuh dan mendidik anak, padahal fungsi dan peran seimbang ibu dan ayah sangat penting untuk pembentukan karakter anak.Orang tua perlu memiliki pemahaman dan keterampilan khusus tentang hal-hal yang berkaitan dengan pola asuh dan mendidik anak terlebih dalam era millenial saat ini. Tantangannya tentu berbeda dengan old generation dimana teknologi internet dan digital belum lahir. Akibatnya orang tua generasi pertama peradaban millenial ini tentu saja belajar dari trial and error untuk menyelaraskan pola asuhnya dengan perubahan zaman. Sungguh bukan suatu pekerjaan mudah.Ada banyak petuah-petuah di masa lampau yang sudah tidak lagi relevan bagi Generasi Jaman Now. Misalnya jika dulu kita dinasihati orang tua kita untuk harus sudah berada di rumah saat waktu Maghrib tiba, sekarang ini Generasi Jaman Now, malah bisa tidak keluar rumah atau keluar kamar kamar sehari semalam namun berkutat terus dengan gadgetnya sehingga melupakan kewajiban sosialnya.Kalau orang tua jaman dulu sering marah karena anaknya pulang dengan badan penuh lumpur karena main di rawa atau sawah dengan teman-temannya, hari ini banyak orang tua yang mengantarkan anaknya ke tempat terapi karena anaknya tidak mampu untuk bersosialisasi.Peradaban berubah, tantangan pola asuh juga berubah.Pertanyaannya, apakah para orang tua yang hidup di Jaman Millenial ini dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan pola asuh sesuai dengan tantangan jaman? Saya rasa jawabannya, belum.Bukan berarti tidak ada informasi yang dapat diakses, sebaliknya orang tua Jaman Now dibanjiri informasi yang pada akhirnya seringkali membingungkan dan malah salah jalan. Karena panduan orang secara umum sudah bukan lagi literatur, kitab suci ataupun sumber-sumber ilmiah lainnya melainkan Mbah Google.Pada poin dimana informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah, justru orang tua harus belajar menyeleksi informasi dan mengambil keputusan untuk menerapkan pola asuh yang paling tepat bagi anak dan keluarganya.Pertanyaan berikutnya, bagaimana orang tua bisa mendapatkan informasi, pengetahuan dan keterampilan agar dapat menerapkan pola asuh sesuai dengan perkembangan jaman? Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah “Iqra! Bacalah!”.

Tips untuk kita para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Kali ini berkaitan dengan melatih akhlak anak sejak usia dini. Berikut tata cara (adab) melatih akhlak kepada anak sejak dini oleh Ustadz Budi Ashari. :
Direktur Lembaga Kajian dan Studi Ilmu Peradaban Islam Cahaya Siroh dan Pembina Parenting Nabawiyah, Ustadz Budi Ashari,  ini kembali membagikan tips untuk kita para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Kali ini berkaitan dengan melatih akhlak anak sejak usia dini. Berikut tata cara (adab) melatih akhlak kepada anak sejak dini oleh Ustadz Budi Ashari.

1. Jaga anak dari kemewahan dunia

Menurut penjelasan Ustadz Budi Ashari, orang tua sebaiknya mengajari adab dengan tidak membiasakan hidup mewah. Meski orang tuanya mampu, anak tetap harus diajari agar tidak membanggakan harta orang tuanya.Sebab jika tidak demikian, kebiasaan bermewah-mewahan ini dapat merusak fitrah sang anak, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia dan membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran kelak saat ia dewasa.

2. Awasi betul asupan halal

Islam menekankan dua hal dalam urusan makanan dan minuman: halal dan thoyyib (baik). Keduanya menjadi syarat utama agar tubuh dan jiwa tetap sehat. Oleh karena itu, Ustadz Budi Ashari menghimbau para orang tua agar berhati-hati perihal menyusui anak. Sebagai ibu menyusui, Kita harus selalu menjaga dan memastikan hanya makanan halal yang dikonsumsi oleh sang ibu.
Bila ibunya tak bisa menyusui, hindari memakai jasa susuan kecuali oleh wanita shalihah taat agama dan yang hanya memakan makanan halal, sebab air susu yang berasal dari makanan haram tidak akan mendatangkan berkah.

3. Jaga anak dari kemewahan dunia

Menurut penjelasan Ustadz Budi Ashari, orang tua sebaiknya mengajari adab dengan tidak membiasakan hidup mewah. Meski orang tuanya mampu, anak tetap harus diajari agar tidak membanggakan harta orang tuanya.
Sebab jika tidak demikian, kebiasaan bermewah-mewahan ini dapat merusak fitrah sang anak, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia dan membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran kelak saat ia dewasa.Anak yang tumbuh dengan rasa kecintaan akan kemewahan dan suka bersenang-senang hanya akan mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap keadaan orang lain.
Contoh kecil yang dapat kita terapkan kepada anak seperti sekali-kali anak makan tanpa lauk, membatasinya  bergaul dengan anak lain yang terbiasa hidup mewah, serta menerapkan kesederhanaan dalam masalah tempat tidur, seperti halnya Rasulullah yang tidur di atas tikar, agar tubuh tegap kokoh.

4. Tanamkan sifat malu

Islam menerangkan bahwa jika anak sudah mulai memasuki masa puber dan sifat yang menonjol adalah malu, maka itu tanda kecerdasan, kabar gembira akan sempurnanya akal, karena menunjukan kedewasaan akalnya setelah baligh nanti.
Dan rasa malu harus terus dilatih. Ajari malu dengan adabnya, malu dengan lawan jenis, malu sehingga ia mau menutup auratnya.

5. Puji Akhlaknya, sembunyikan kesalahannya

Jika anak mempunyai akhlak baik puji, harus dimuliakan. Puji anak di hadapan orang lain. Tapi kalau sekali waktu dia berbuat kesalahan jangan disampaikan kepada orang lain, lupakan kesalahannya, sebab tidak ada orang sempurna.

6. Ajari shalat, bersuci dan selalu mengingat  Allah

Perintahkan anak untuk mengerjakan salat jika sudah memasuki usia 7 tahun dan ajari mereka cara thaharah (bersuci).  Dengan demikian keseharian mereka akan terpelihara oleh nilai-nilai Islam dan dimudahkan untuk senantiasa mengingat Allah di manapun ia berada.

Sejak berabad-abad lampau telah disuratkan dalam Qur’an surat Al-Alaq : 1-5 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari a’laq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Jika kita menarik kesimpulan bahwa manusia diperintahkan untuk selalu belajar, maka orang tua Muslim Millenial wajib untuk belajar dari berbagai sumber dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Qur’an dan Hadits serta Ijma’ ulama agar dapat belajar menjadi orang tua yang ideal. Wallahu a’lam bishawab.

SUMBER : www.abiummi.com dan www.islami.com

Minggu, 30 Desember 2018

Cerita Kisah Nabi Luth AS

Dongeng Anak Islam -
Cerita Kisah Nabi Luth AS

Cerita Kisah Nabi Luth AS Dongeng Anak Islam
Cerita Kisah Nabi Luth AS Dongeng Anak Islam
Nabi Luth merupakan keponakan Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Harun. Luth lahir di Palestina. Luth sering menyertai Ibrahim berdakwah. Ia mendapat banyak ilmu dari pamannya. Lalu. Allah mengutusnya untuk berdakwah kepada kaum Sodom (dekat Laut Mati). Saat Allah menurunkan azab kepada kaum Sodom, Nabi Luth pindah ke Shugor (sebelah timur Sodom) hingga wafatnya.
Kaum Sodom adalah kaum berperilaku menyimpang. Mereka terbiasa merampok, menganiaya, dan berbuat jahat. Selain itu, mereka memiliki kebiasaan menyukai dan mengawini sesama jenis, menyukai sesama lelaki (homo) dan menyukai sesama perempuan (lesbian). Mereka tidak ragu berbuat kekerasan kepada setiap pendatang yang tidak mau diajak melakukannya. Dari sinilah, budaya homo dan lesbian menyebar. Dalam istilah lain, budaya itu disebut "sodomi".
Nabi Luth melaksanakan perintah Allah untuk berdakwah kepada kaum Sodom. Dengan penuh kesabaran, dia terus mengingatkan kaumnya agar meninggalkan perilaku menyimpang, di antaranya perilaku homo dan lesbian. Selain itu, Luth mengingatkan mereka agar tidak lagi melakukan tindak kejahatan, seperti merampok dan menganiaya.
Akan tetapi, kaum Sodom menentang dakwah Nabi Luth. Mereka lebih memilih meneruskan perilaku tersebut.
Menghadapi sikap kaum Sodom, Nabi Luth mencoba tetap bersabar dan terus berdakwah. Hasilnya tidak sesuai harapan. Nabi Luth hanya mendapatkan sedikit pengikut.
Kebanyakan kaum Sodom menolak dakwah Nabi Luth. Mereka berencana mengusir Nabi Luth dan pengikutnya. Mereka selalu memberikan ancaman, hinaan, dan teror kepada Nabi Luth dan pengikutnya. Akan tetapi, Nabi Luth dan pengikutnya tetap bertahan dan bersabar.
Mereka juga tetap mendustakan ancaman yang dijelaskan oleh Nabi Luth jika mereka tidak mengikuti perintah Allah.
Dongeng Anak Islam Cerita Kisah Nabi Luth AS
Dongeng Anak Islam Cerita Kisah Nabi Luth AS
Nabi Luth menghadapi cobaan yang berat. Bahkan istrinya sendiri menjadi penghalang dakwahnya. Istrinya menjadi mata-mata kaum Sodom hingga Allah memasukkannya kepada golongan orang kafir dan akan dimasukkan dalam neraka jahanam.
Kondisi ini membuat Nabi Luth sangat sedih dan kecewa. Akan tetapi, Allah selalu menguatkan hatinya. Nabi luth menjadi kuat kembali dan terus berdakwah.
Pada suatu hari, Allah mengutus malaikat untuk menyampaikan kabar kepada Nabi Luth. Malaikat tersebut menyamar sebagai tiga pemuda tampan.
Istri Nabi Luth memata-matai mereka. la segera mengabarkan kepada kaum Sodom bahwa di rumahnya ada tiga tamu yang berwajah tampan.
Beberapa orang kaum Sodom segera mendatangi rumah Nabi Luth. Mereka memaksa Nabi Luth agar menyerahkan ketiga tamunya untuk mereka.
Melihat kondisi tersebut, Nabi Luth sangat malu kepada tamunya.
Ia berkata kepada kaum Sodom agar mereka segera meninggalkan perbuatan tidak baik.
Kaum Sodom marah. Mereka memaksanya agar segera menyerahkan tamunya tersebut. Situasi di rumah Nabi Luth semakin panas. Ketiga tamu Nabi Luth memberitahukan bahwa mereka adalah malaikat. Nabi Luth kaget atas pengakuan mereka.
Nabi Luth menanyakan tentang maksud kedatangan mereka. Salah satu malaikat berkata, "Sesungguhnya kami diutus oleh Allah untuk memberitakan tentang akan datangnya azab bagi kaummu karena mereka telah melampaui batas." Allah akan membalikkan bumi dan menurunkan hujan batu bercampur api dengan goncangan yang sangat keras.
Sementara itu, orang-orang semakin keras menggedor pintu rumah Luth. Mereka memaksa masuk agar mendapatkan apa yang diinginkannya.
Dongeng Anak Islam Kisah Nabi Luth AS
Dongeng Anak Islam Kisah Nabi Luth AS
Malaikat menyarankan Nabi Luth agar membuka pintu rumahnya dan memberi kesempatan kepada mereka untuk masuk.
Begitu mereka masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan dan mereka tidak dapat melihat sesuatu. Mereka mengusap-usap kedua matanya, tetapi mereka tak dapat melihat apa pun. Semua menjadi gelap karena mereka telah buta.
Para malaikat itu menyuruh Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersama keluarganya. Azab Allah akan segera tiba. Sebelum Luth, keluarganya, dan pengikutnya pergi, salah satu malaikat berpesan, "Hai Luth, pergilah engkau bersama keluarga dan pengikutmu ke luar wilayah ini, namun janganlah di antara kalian menoleh ke belakang jika ingin selamat dari azab yang pedih."
Tak lama kemudian, bumi Sodom diguncang gempa dahsyat sehingga seolah-olah bumi Sodom terbalik. Lalu, terjadilah hujan batu bercampur api. Kaum Sodom sangat panik dan ketakutan, termasuk istri Nabi Luth. Akhirnya, wilayah Sodom dan penduduknya hancur
Sementara kaum Sodom menerima azab, Nabi Luth dan pengikutnya diselamatkan oleh Allah. Allah berfirman," Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya: dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
Istri Luth telah mengabaikan pesan dari malaikat. Ia menoleh ke belakang saat meninggalkan wilayah Sodom. Ketidaktaatannya telah membuat dirinya ikut merasakan pedihnya azab Allah. Selanjutnya, Nabi Luth dan pengikutnya memulai kembali kehidupan yang baru. Mereka senantiasa menjalankan ketaatan kepada Allah. Mereka hidup dengan penuh ketenteraman.
Pesan moral dan hikmah dari Cerita Kisah Nabi Luth AS – Dongeng Anak Islam adalah
  1. Kegigihan Nabi Luth berdakwah mengajak kaum Sodom untuk meninggalkan perilaku yang merusak patut kita jadikan teladan.
  2. Cobaan dan rintangan dalam berdakwah bisa datang dari mana pun, termasuk keluarga dekat. Seperti yang terjadi kepada Nabi Luth. Istrinya justru menjadi penghalang dakwahnya.
  3. Sikap membangkang terhadap perintah Allah dan tidak mau bertobat dapat menyebabkan manusia tertimpa azab seperti yang menimpa Kaum Sodom.

Kisah Nabi Zulkifli AS

Kumpulan Cerita Anak Islami Terbaru : Kisah Nabi Zulkifli AS

Dahulu, seorang raja di wilayah Syam merasa gelisah. Di dalam usianya yang tua, dia belum juga mendapatkan orang yang tepat untuk menggantikan posisinya. Dalam kegelisahan tersebut, terlintas dalam pikirannya akan mengadakan sebuah sayembara untuk mencari sosok manusia terpilih yang akan menggantikannnya.
Kumpulan Cerita Anak Islami Kisah Nabi Zulkifli AS
Kumpulan Cerita Anak Islami Kisah Nabi Zulkifli AS
Kemudian dia mulai mengumumkan berita tentang sayembara tersebut serta syarat-syarat mengikutinya. Di depan seluruh rakyatnya, ia berkata," Aku sedang mencari sosok pemimpin yang nanti dapat menggantikan posisiku menjadi raja. la harus mampu untuk berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan mampu mengendalikan nafsu, terutama nafsu marah. Aku akan mengujinya untuk memegang pemerintahan dengan syarat-syarat yang telah aku sebutkan tadi. Jika ia mampu memenuhi persyaratan tersebut, aku akan mengangkatnya sebagai raja menggantikan posisiku. Siapa di antara kalian yang sanggup mengikuti dan menepati janji dalam sayembara.”
Dari sekian banyak rakyatnya, ada seorang pemuda yang berani mengikuti sayembara tersebut. la bernama Basyar. Dengan cepat, ia mengacungkan tangannya. Lalu, ia berkata, "Saya sanggup yang mulia." Sang raja lalu memberi penawaran dan kesempatan kepada yang Iainnya. Setelah berulang-ulang, hanya Basyar saja yang menyanggupinya.
Mulailah ia melaksanakan persyaratan sayembara tersebut. Sang raja terus memantau semua yang dilakukan Basyar. Setelah beberapa lama, akhirnya Basyar mampu memenuhi persyaratan sayembara, ia mampu mengelola kerajaan dengan sukses, berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan mampu menahan nafsu. Melihat kesuksesan Basyar mengikuti sayembara, sang raja sangat bahagia. la segera mengangkat Basyar menjadi raja. Basyar mendapat gelar Zulkifli yang artinya orang yang mampu menepati janji.
Selain menjadi raja, Zulkifli juga diangkat Allah sebagai nabi. la diutus Allah untuk berdakwah di wilayah Syam. la mengajak rakyat dan kaumnya untuk berjuang di jalan Allah, memperbaiki akhlak dan perilaku sosial, berlaku jujur, serta memelihara kebaikan.
Sebagai seorang raja yang memiliki kekuasaan, Zulkifli mendapatkan banyak kemudahan dalam berdakwah. la sangat dicintai dan disegani oleh rakyatnya. Kepribadiannya baik dan mampu mengendalikan nafsunya.
Hari demi hari, pengikut Nabi Zulkifli menjadi semakin banyak. Walaupun demikian, hal ini tidak menjadikannya sombong atau melalaikan tugasnya sebagai raja dan nabi. Bahkan, ketaatan dan keimanan Zulikifli terhadap Allah semakin kuat.
Kesabaran Nabi Zulikifli AS
Kumpulan Cerita Anak Islami Kisah Nabi Zulkifli
Kumpulan Cerita Anak Islami Kisah Nabi Zulkifli
Wilayah Syam di bawah kepemimpinan Zulkifli berkembang menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera. Hal ini membuat rakyat Syam semakin mencintai Zulkifli. Dakwah dan pengaruhnya semakin luas, bahkan telah meluas ke negeri tetangga. Ini membuktikan bahwa Zulkifli telah mencapai puncak kesuksesan.
Pada saat itu ada seorang raja di negeri tetangganya yang iri melihat kesuksesannya. Raja tersebut bernama Baraja. la berencana mengadakan penyerangan terhadap Syam. Rencana ini diketahui oleh Zulkifli.
Zulkifli mengajak prajurit dan rakyat Syam untuk berjuang bersama mempertahankan wilayah mereka. Mendengar ajakan Zulkifli, rakyat Syam berencana untuk menguji kesabaran Zulkifli. Mereka mengatakan mau berjuang bersamanya jika Zulkifli memohon kepada Allah agar rakyat Syam tidak mati, kecuali mereka menghendakinya. Ini tentu merupakan permintaan yang sulit. Sebagaimana diketahui bahwa semua orang pasti akan mati sesuai dengan takdir Allah, tidak ada yang kekal di dunia ini, kecuali Allah.
Zulkifli sangat terkenal sebagai seorang yang penyabar. Allah berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh."
Meski merasa berat, Zulkifli kemudian berusaha memenuhi permintaan rakyat Syam. la berdoa kepada Allah sesuai permintaan rakyatnya. Permohonan itu pun akhirnya dikabulkan. Rakyat Syam berjuang membela wilayah mereka hingga mereka memperoleh kemenangan. Raja Baraja pun kalah dan mati terbunuh.
Allah pun menepati janjinya. Rakyat Syam tidak ada yang mati, kecuali atas kehendak mereka. Ternyata, hal ini memunculkan masalah baru bagi pemerintahan Zulkifli. Semakin lama, penduduk Syam berkembang biak. Selalu ada manusia baru lahir ke dunia ini. Akan tetapi, manusia yang tua dan telah lama hidup tidak mati-mati karena doa mereka. Sementara itu, wilayah Syam semakin penuh dan padat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan, Zulkifli mengajak rakyatnya berdiskusi untuk mencari jalan keluar. la kemudian menyarankan kepada rakyatnya untuk mencabut kembali doa mereka dengan menyerahkan kembali masalah kematian sesuai dengan takdir Allah. Mereka pun akhirnya menyetujuinya.
Allah mengabulkan doa Zulkifli dan rakyatnya. Akhirnya, mereka dapat hidup normal dan melanjutkan penyebaran ajaran Allah.
Dalam usianya yang semakin tua, Zulkifli pindah ke wilayah Syam dan berdakwah di sana. la akhirrnya wafat dalam usia 75 tahun. Jenazahnya dimakamkan di wilayah Kafel, 130 km dari Kota Bagdad.
Hikmah yang dapat diambil dari Kumpulan Cerita Anak Islami : Kisah Nabi Zulkifli AS adalah
  1. Manusia dapat diangkat derajatnya oleh Allah jika ia mampu menepati janjinya.
  2. Kepribadian Zulkifli yang berakhlak balk, penyabar, dan bijaksana patut kita jadikan teladan.
  3. Memiliki kekuasaan dan kedudukan yang tinggi, didukung oleh akhlak mulia menjadikan Nabi Zulkifli sangat dicintai oleh rakyatnya.
  4. Memohon sesuatu yang bertentangan dengan takdir Allah akan memunculkan masalah baru bagi manusia.

BAHAYA GADGET DAN CARA MENGATASINYA

Beberapa orang tua juga membelikan anak-anaknya handphone, agar mudah memonitor keberadaan anak mereka. Di daerah-daerah yang rawan ter...

Generasi Milenial paham Al-Quran

Cari Blog Ini