Senin, 28 Januari 2019

BAHAYA GADGET DAN CARA MENGATASINYA


Beberapa orang tua juga membelikan anak-anaknya handphone, agar mudah memonitor keberadaan anak mereka. Di daerah-daerah yang rawan terjadi penculikan anak, membiasakan anak untuk berkomunikasi dengan HP akan cukup membantu orang tua mengawasi anak-anaknya. Tapi di sisi lain, pemakaian gadget sejak usia dini juga dapat membawa dampak negatif bagi anak-anak, baik bahaya yang langsung kelihatan maupun bahaya yang dampaknya jangka panjang. Berikut dirangkum beberapa bahaya gadget pada anak-anak :
1.  Resiko radiasi elektromagnetik.
2.  Berbeda dengan orang dewasa, tubuh anak-anak terutama anak yang berusia di bawah lima tahun sangat sensitif terhadap resiko bahaya dari lingkungannya. Kita ketahui bersama bahwa setiap gadget memiliki paparan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi tubuh. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja tidak disarankan untuk terpapar radiasi elektromagnetik dalam jangka waktu lama. Untuk anak 1-3 tahun yang saraf-sarafnya sementara berkembang, radiasi elektromagnetik dari lingkungan di sekitarnya dapat menghambat perkembangan tersebut. Akibatnya perkembangan kogintif anak berjalan lambat, anak susah berkonsentrasi dan akibat negatif lainnya.
3.  Kemampuan psikomotorik berkurang.
4.  Menghabiskan waktu dengan gadget membuat kemampuan anak yang lain kurang berkembang, salah satunya adalah kemampuan psikomotorik anak. Padahal semestinya usia anak-anak adalah usia untuk mengeksplor seluruh bakat psikomotorik yang dimilikinya, seperti menggambar, bernyanyi, bermain bersama rekan sebaya dan kegiatan lainnya. Saat melakukan aktivitas fisik seperti ini, sejumlah kemampuan lain juga akan diasah sekaligus. Seperti saat menggambar, anak juga belajar mengembangkan otak kanannya. Saat bermain bersama rekan sebaya, anak akan belajar mengasah keterampilan sosialnya.
5.  Kesulitan beradaptasi dengan materi pelajaran.
6.  Aplikasi-aplikasi dan sistem operasi pada gadget menyajikan interaksi multimedia yang memikat. Permainan warna, animasi ditambah suara membuat anak betah berlama-lama di depan layar gadget. Pada saat masa sekolah tiba, anak yang terbiasa berinteraksi dengan gadget akan menemui kesulitan untuk menyerap materi pelajaran sekolah yang cenderung statis. Teks hitam putih, tanpa animasi, tanpa suara. Apalagi berhadapan dengan guru yang kurang lihai mengemas mata pelajaran menjadi menarik. Ini bisa menurunkan minat belajar anak.
7.  Walau bahaya kecanduan lebih sering terjadi pada pengguna gadget yang usianya lebih dewasa, orang tua juga mesti tetap berhati-hati terhadap resiko kecanduan gadget pada anak-anak. Tanpa pengawasan dari orang tua, ada kemungkinan anak bisa menjadi gadget-holic alias kecanduan gadget.
8.  Mengingat resiko-resiko yang bisa terjadi ini, orangtua mesti berpikir lebih bijak sebelum memperkenalkan gadget kepada anak-anaknya.
9.   Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, pada usia berapa idealnya orang tua mengizinkan anak-anaknya menggunakan gadget?
10.  Banyak literatur yang mengungkapkan pemakaian gadget baru diperkenankan pada anak yang berusia 10-13 tahun. Ada juga yang memberi rekomendasi usia dibawahnya. Dr. Ahmad Suryawan seorang Dokter spesialis anak konsultan bidang tumbuh kembang mengatakan bahwa jika ingin memberikan gadget pada anak, sebaiknya orang tua melakukannya pada saat anak sudah berusia di atas 6 tahun, karena pada saat itu perkembangan anatomi otak anak sudah 95% dari otak dewasa.
11.      Untuk usia dibawahnya misalnya pada anak berumur 2-3 tahun, memperkenalkan gadget BOLEH saja tetapi sebatas memperkenalkan pada bentuk, warna atau suara yang dihasilkannya, ini untuk merangsang kemampuan visual dan pendengaran anak. Selanjutnya, untuk anak yang sudah diperkenankan menggunakan gadget, orang tua harus memainkan peran sebagai pengawas.
12.      Untuk mencegah kecanduan, anak-anak harus diberi batas waktu berapa lama harus menggunakan gadget setiap harinya. Untuk gadget pada anak yang doyan bermain game, hindari menginstal aplikasi games yang mengandung unsur kekerasan. Apa yang dimainkan anak pada game tersebut diserap oleh anak dan cenderung akan dipraktekkan di dalam kehidupan nyatanya. Anak juga tidak BOLEH dibiarkan begitu saja mengakses aplikasi-aplikasi gadget sesukanya. Filterlah aplikasi-aplikasi yang akan diakses oleh anak. Dampingilah anak jika harus menjelajah internet, agar anak tidak sampai menelusuri situs bertema pornografi atau kekerasan.
13.      Di Rumah Tumbuh Daycare, diberlakukan aturan baku bahwa tidak ada aktivitas penggunaan gadget selama berinteraksi dengan anak-anak. Anak-anak juga tidak difasilitasi dengan kegiatan menonton televisi, bahkan di Rumah Tumbuh Daycare tidak ada televisi kecuali televisi yang digunakan sebagai monitor CCTV Online Rumah Tumbuh. Tim Guru dan pengasuh juga dibatasi menggunakan gadget saat sedang beraktivitas bersama anak-anak, setidaknya kami menjauh dari anak-anak sejenak jika ada hal darurat yang mengharuskan kami menggunakan gadget. Anak-anak lebih banyak difasilitasi dengan aktivitas yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal seperti bernyanyi, membaca buku, serta bermain dengan aneka permainan edukatif lainnya. Penting bagi kami mengisi aktivitas anak-anak dengan aktivitas-aktivitas menarik, sehingga keberadaan kami tidak tergantikan oleh layar berbatas ukuran sekian inci.
Mengatasi anak yang kecanduan gadget
1.  Luangkan waktu untuk bermain dan berdiskusi dengan anak
Jangan biarkan anak merasa jika gadget yang mereka mainkan lebih asyik dibanding dengan bermain bersama orang tuanya, sempatkanlah waktu untuk bermain bersama anak walaupun hanya sebentar, berikan pengertian serta pemahaman dengan cara berdiskusi secara baik baik bahwa sebenarnya ada akibat-akibat yang kurang baik bila mereka terlalu lama dan terlalu sering memainkan gadget, bila perlu berikan ilustrasi berupa gambar atau efek yang dapat ditimbulkan dari pemakaian gadget.
2.  Berikan alternative mainan untuk anak
Saat ini banyak mainan anak yang edukatif sehingg mampu membuat anak untuk lebih pandai dan kreatif, mungkin beberapa orang berpendapat bahwa mainan edukatif cenderung mahal tapi percayalah hal itu tentu akan sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Bila anak kurang tertarik dengan mainan edukatif bisa juga diberikan mainan lain yang dapat Anda sesuaikan masing-masing sesuai dengan ketertarikan anak, yang penting anak tidak lagi terlalu sering terpapar gadget setiap harinya.
3.  Berikan batasan waktu bermain gadget dan batasan pemakaian internet
Dalam hal ini kita harus bisa bersikap tegas pada anak, bila telah terjadi kesepakatan antara anak dengan orang tua dalam hal pemakaian gadget dan internet maka kita harus menerapkan kesepakatan tersebut, misalnya kita buat kesepakatan anak hanya boleh bermain gadget pada hari libur dan itupun hanya 2 jam, bila anak melanggar hal tersebut tegaslah dalam mengaturnya, jangan mudah luluh oleh rayuan anak ataupun menjadi mudah marah jika anak sulit untuk diatur, coba bicarakan kembali mengenai kesepakatan tersebut dengan anak, agar anak juga bisa belajar disiplin dalam mematuhi aturan rumah.
Demikian ulasan singkat mengenai dampak buruk gadget bagi anak dan cara mengatasinya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAYA GADGET DAN CARA MENGATASINYA

Beberapa orang tua juga membelikan anak-anaknya handphone, agar mudah memonitor keberadaan anak mereka. Di daerah-daerah yang rawan ter...

Generasi Milenial paham Al-Quran

Cari Blog Ini