Beberapa orang tua
juga membelikan anak-anaknya handphone, agar mudah memonitor keberadaan anak
mereka. Di daerah-daerah yang rawan terjadi penculikan anak, membiasakan anak
untuk berkomunikasi dengan HP akan cukup membantu orang tua mengawasi
anak-anaknya. Tapi di sisi lain, pemakaian gadget sejak usia dini juga dapat
membawa dampak negatif bagi anak-anak, baik bahaya yang langsung kelihatan
maupun bahaya yang dampaknya jangka panjang. Berikut dirangkum
beberapa bahaya gadget pada anak-anak :
1.
Resiko radiasi
elektromagnetik.
2.
Berbeda dengan orang
dewasa, tubuh anak-anak terutama anak yang berusia di bawah lima tahun sangat
sensitif terhadap resiko bahaya dari lingkungannya. Kita ketahui bersama bahwa
setiap gadget memiliki paparan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi tubuh. Jangankan
anak-anak, orang dewasa saja tidak disarankan untuk terpapar radiasi
elektromagnetik dalam jangka waktu lama. Untuk anak 1-3 tahun yang
saraf-sarafnya sementara berkembang, radiasi elektromagnetik dari lingkungan di
sekitarnya dapat menghambat perkembangan tersebut. Akibatnya perkembangan
kogintif anak berjalan lambat, anak susah berkonsentrasi dan akibat negatif
lainnya.
3.
Kemampuan psikomotorik
berkurang.
4.
Menghabiskan waktu
dengan gadget membuat kemampuan anak yang lain kurang berkembang, salah satunya
adalah kemampuan psikomotorik anak. Padahal semestinya usia anak-anak adalah
usia untuk mengeksplor seluruh bakat psikomotorik yang dimilikinya, seperti
menggambar, bernyanyi, bermain bersama rekan sebaya dan kegiatan lainnya. Saat
melakukan aktivitas fisik seperti ini, sejumlah kemampuan lain juga akan diasah
sekaligus. Seperti saat menggambar, anak juga belajar mengembangkan otak
kanannya. Saat bermain bersama rekan sebaya, anak akan belajar mengasah
keterampilan sosialnya.
5.
Kesulitan beradaptasi
dengan materi pelajaran.
6. Aplikasi-aplikasi dan sistem operasi pada gadget menyajikan interaksi multimedia yang memikat. Permainan warna, animasi ditambah suara membuat anak betah berlama-lama di depan layar gadget. Pada saat masa sekolah tiba, anak yang terbiasa berinteraksi dengan gadget akan menemui kesulitan untuk menyerap materi pelajaran sekolah yang cenderung statis. Teks hitam putih, tanpa animasi, tanpa suara. Apalagi berhadapan dengan guru yang kurang lihai mengemas mata pelajaran menjadi menarik. Ini bisa menurunkan minat belajar anak.
6. Aplikasi-aplikasi dan sistem operasi pada gadget menyajikan interaksi multimedia yang memikat. Permainan warna, animasi ditambah suara membuat anak betah berlama-lama di depan layar gadget. Pada saat masa sekolah tiba, anak yang terbiasa berinteraksi dengan gadget akan menemui kesulitan untuk menyerap materi pelajaran sekolah yang cenderung statis. Teks hitam putih, tanpa animasi, tanpa suara. Apalagi berhadapan dengan guru yang kurang lihai mengemas mata pelajaran menjadi menarik. Ini bisa menurunkan minat belajar anak.
7.
Walau bahaya kecanduan
lebih sering terjadi pada pengguna gadget yang usianya lebih dewasa,
orang tua juga mesti tetap berhati-hati terhadap resiko kecanduan gadget pada
anak-anak. Tanpa pengawasan dari orang tua, ada kemungkinan anak bisa
menjadi gadget-holic alias kecanduan gadget.
8.
Mengingat
resiko-resiko yang bisa terjadi ini, orangtua mesti berpikir lebih bijak
sebelum memperkenalkan gadget kepada anak-anaknya.
9. Pertanyaan yang
kemudian muncul adalah, pada usia berapa idealnya orang tua mengizinkan
anak-anaknya menggunakan gadget?
10. Banyak literatur yang
mengungkapkan pemakaian gadget baru diperkenankan pada anak yang berusia 10-13
tahun. Ada juga yang memberi rekomendasi usia dibawahnya. Dr. Ahmad Suryawan
seorang Dokter spesialis anak konsultan bidang tumbuh kembang mengatakan bahwa
jika ingin memberikan gadget pada anak, sebaiknya orang tua melakukannya pada
saat anak sudah berusia di atas 6 tahun, karena pada saat itu perkembangan
anatomi otak anak sudah 95% dari otak dewasa.
11.
Untuk usia dibawahnya
misalnya pada anak berumur 2-3 tahun, memperkenalkan gadget BOLEH saja tetapi
sebatas memperkenalkan pada bentuk, warna atau suara yang dihasilkannya, ini
untuk merangsang kemampuan visual dan pendengaran anak. Selanjutnya, untuk anak
yang sudah diperkenankan menggunakan gadget, orang tua harus memainkan peran
sebagai pengawas.
12.
Untuk mencegah
kecanduan, anak-anak harus diberi batas waktu berapa lama harus menggunakan
gadget setiap harinya. Untuk gadget pada anak yang doyan bermain game, hindari
menginstal aplikasi games yang mengandung unsur kekerasan. Apa yang dimainkan
anak pada game tersebut diserap oleh anak dan cenderung akan dipraktekkan di
dalam kehidupan nyatanya. Anak juga tidak BOLEH dibiarkan begitu saja mengakses
aplikasi-aplikasi gadget sesukanya. Filterlah aplikasi-aplikasi yang akan
diakses oleh anak. Dampingilah anak jika harus menjelajah internet, agar anak
tidak sampai menelusuri situs bertema pornografi atau kekerasan.
13.
Di Rumah Tumbuh
Daycare, diberlakukan aturan baku bahwa tidak ada aktivitas penggunaan gadget
selama berinteraksi dengan anak-anak. Anak-anak juga tidak difasilitasi dengan
kegiatan menonton televisi, bahkan di Rumah Tumbuh Daycare tidak ada televisi
kecuali televisi yang digunakan sebagai monitor CCTV Online Rumah Tumbuh. Tim
Guru dan pengasuh juga dibatasi menggunakan gadget saat sedang beraktivitas
bersama anak-anak, setidaknya kami menjauh dari anak-anak sejenak jika ada hal
darurat yang mengharuskan kami menggunakan gadget. Anak-anak lebih banyak
difasilitasi dengan aktivitas yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal
seperti bernyanyi, membaca buku, serta bermain dengan aneka permainan edukatif
lainnya. Penting bagi kami mengisi aktivitas anak-anak dengan
aktivitas-aktivitas menarik, sehingga keberadaan kami tidak tergantikan oleh
layar berbatas ukuran sekian inci.
Mengatasi anak yang kecanduan gadget
1.
Luangkan waktu untuk
bermain dan berdiskusi dengan anak
Jangan biarkan anak
merasa jika gadget yang mereka mainkan lebih asyik dibanding dengan bermain
bersama orang tuanya, sempatkanlah waktu untuk bermain bersama anak walaupun
hanya sebentar, berikan pengertian serta pemahaman dengan cara berdiskusi
secara baik baik bahwa sebenarnya ada akibat-akibat yang kurang baik bila
mereka terlalu lama dan terlalu sering memainkan gadget, bila perlu berikan
ilustrasi berupa gambar atau efek yang dapat ditimbulkan dari pemakaian gadget.
2.
Berikan alternative
mainan untuk anak
Saat ini banyak mainan
anak yang edukatif sehingg mampu membuat anak untuk lebih pandai dan kreatif,
mungkin beberapa orang berpendapat bahwa mainan edukatif cenderung mahal tapi
percayalah hal itu tentu akan sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Bila
anak kurang tertarik dengan mainan edukatif bisa juga diberikan mainan lain
yang dapat Anda sesuaikan masing-masing sesuai dengan ketertarikan anak, yang
penting anak tidak lagi terlalu sering terpapar gadget setiap harinya.
3.
Berikan batasan waktu
bermain gadget dan batasan pemakaian internet
Dalam hal ini kita
harus bisa bersikap tegas pada anak, bila telah terjadi kesepakatan antara anak
dengan orang tua dalam hal pemakaian gadget dan internet maka kita harus
menerapkan kesepakatan tersebut, misalnya kita buat kesepakatan anak hanya
boleh bermain gadget pada hari libur dan itupun hanya 2 jam, bila anak
melanggar hal tersebut tegaslah dalam mengaturnya, jangan mudah luluh oleh
rayuan anak ataupun menjadi mudah marah jika anak sulit untuk diatur, coba bicarakan
kembali mengenai kesepakatan tersebut dengan anak, agar anak juga bisa belajar
disiplin dalam mematuhi aturan rumah.
Demikian ulasan
singkat mengenai dampak buruk gadget bagi anak dan cara mengatasinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar