![]() |
| Gerakan Gemar Membaca (GGM) kelas V SDIT Al-Insan Kab.Pinrang |
Membaca dapat meningkatkan kemampuan anak untuk memahami berbagai konsep dengan mudah. Selain itu dengan membaca dapat mengembangkan ketrampilan berpikir kritis pada anak-anak. Dengan membaca juga meningkatkan kosakata seseorang serta kemampuan komunikasi.
Anak-anak yang senang membaca mampu berkonsentrasi pada pelajaran mereka daripada yang tidak. Dalam hal berkomunikasi dengan orang lain, anak yang gemar membaca lebih aktif dibanding yang tidak. Ini karena mereka memiliki banyak pengetahuan dan kosakata dari bacaan yang dibaca.
Buku ini merupakan jendela dunia, sehingga perlu membaca walaupun hanya sebentar. Di mulai dari lingkungan keluarga kemudian di sekolah dan masyarakat. Anak di biasakan untuk membaca bacaan yang sesuai dengan karakteristik umurnya. Dengan begitu anak akan mengeksplorasi banyak sekali pengetahuan yang di dapat mereka. Apalagi usia anak sekolah dasar mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi.
Namun sangat disayangkan, budaya membaca di Indonesia sangat rendah bahkan kondisi minat baca masyarakat cukup memprihatinkan. Mirisnya, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.Peringkat Indonesia persis berada di bawah Thailand yaitu 59 dan di atas Bostwana yang mendaat peringkat 61. Padahal, dari segi infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Sangat disayangkan jika infrastruktur bangsa kita lebih baik namun minat baca masyarakatnya rendah.
Di sekolah-sekolah telah tersedia perpustakaan yang menyediakan banyak buku bacaan dari non fiksi hingga fiksi. Kenyataannya buku yang di perpustakaan hanya sebagai koleksi bukan untuk dibaca. Terutama di sekolah dasar banyak anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam membaca disebabkan karena mereka malas untuk mengeja kata dan membaca buku. Padahal perpustakaan telah di sediakan di setiap sekolah.
Buku memiliki banyak kelebihan daripada media elektronik zaman sekarang. Kenyataannya isi dari sebuah buku lebih lengkap dan jelas. Untuk buku bacaan anak, buku lebih menarik dengan gambar-gambar yang di sajikan dengan gambar berwarna. Sayangnya, anak-anak lebih senang menonton televisi dan bermain gadget daripada membaca sebuah buku. Begitu pula orang dewasa yang lebih sering terpaku pada layar komputer. Zaman yang canggih ini membuat banyak manusia malas untuk membaca atau menemukan sesuatu yang sulit dimengertinya. Mereka lebih memilih menggunakan gadget yang terkesan lebih praktis
Gerakan Gemar Membaca (GGM) bisa melibatkan orang tua peserta didik dan peserta didik itu sendiri.(1) Orang tua memiliki peranan penting dirumah mendampingi anak dan menyiapkan buku-buku bermanfaat kemudian peserta didik bisa menukarkan buku yang mereka miliki sehingga koleksi bacaannya melebihi yang mereka miliki. (2)Kunjungan ke perpustakaan daerah menjadikan solusi bagi sekolah yang kurang memiliki koleksi buku. perpustakaan daerah memiliki sarana buku dengan berbagai koleksi yang dimiliki dan perpustakaan keliling yang bisa mendatangi sekolah-sekolah. (3). Membaca dijadikan sebagai sarapan pagi. setiap pagi peserta didik disuguhkan buku sebelum mereka belajar setiap mapel dikelas
SUMBER : www.kompasiana.com

Bagus
BalasHapus